Senin, 21 April 2014

Manfaat Jeruk Lemon untuk kesehatan dan kecantikan


Jeruk Lemon

Jeruk Lemon atau Jeruk Sitrun Asli (Citrus Medical Var Lemon) berbentuk bulat telur dan mempunyai putting pada ujungnya. Lemon adalah salah satu jenis jeruk yang memiliki rasa asam kuat. Kandungan vitaminB, C, fosfor dan karbohidrat, tidak aneh jika lemon dijadikan sebagai bahan kosmetika dan obat kesehatan lainnya.
Pemanfaatan lemon yang paling umum adalah dengan cara memerasnya untuk kemudian dicampur dengan air putih. 

Manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari minuman berbahan lemon sbb:

1. Baik untuk perut

Lemon dapat membantu meringankan masalah pencernaan bila dicampur dengan air panas, termasuk di antaranya mual, mulas dan parasit. Dengan minum jus lemon secara teratur, perut Anda dibantu untuk menghilangkan kotoran secara lebih efisien. Lemon bertindak sebagai pemurni darah dan agen pembersih. Asupan jus lemon bisa menyembuhkan sembelit. Bahkan jus lemon juga berfungsi sebagai tonik hati dan membantu Anda mencerna makanan dengan membantu hati memproduksi empedu lebih banyak.

2. Perawatan kulit

Lemon dapat menjadi obat antiseptik alami, yang bertugas untuk menyembuhkan masalah yang berkaitan dengan kulit. Konsumsi sehari-hari air jeruk lemon dapat memberikan perubahan besar dalam penampilan kulit Anda. Lemon memiliki fungsi sebagai obat anti-penuaan, menghilangkan kerutan dan komedo. Bahkan jika ditempelkan  pada daerah luka bakar dapat memudarkan bekas luka. 

3. Perawatan Gigi

Tahukah Anda bahwa air lemon punya fungsi penting dalam perawatan gigi? Ya, apabila jus lemon segar ditempelkan pada area gigi yang sakit, dapat membantu dalam menyingkirkan rasa sakit. Memeras jus lemon pada gusi dapat menghentikan perdarahan gusi. Cara ini juga mencegah bau busuk dan masalah lain yang berkaitan dengan gusi.

4. Sembuhkan infeksi tenggorokan

Lemon adalah buah yang sangat baik yang membantu dalam memerangi masalah yang berkaitan dengan infeksi tenggorokan, sakit tenggorokan dan tonsilitis akibat bakteri. Untuk mengatasi sakit tenggorokan, Anda bisa berkumur dengan menggunakan setengah gelas jus lemon.

5. Menurunkan berat badan

Rutin meminum air jeruk nipis membuka jalan untuk menurunkan berat badan lebih cepat. Memanfaatkan jus lemon yang dicampur dengan air hangat dan madu, juga dapat membantu mengurangi berat badan.

6. Kontrol tekanan darah tinggi

Air lemon bekerja bak ramuan ajaib khususnya bagi orang yang memiliki masalah jantung, karena kandungan kalium tinggi di dalamnya. Diet tinggi kalium juga dipercaya dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi, pusing, mual, membantu relaksasi pikiran, mengurangi stres mental dan depresi.

7. Membantu penyembuhan gangguan nafas
Jus lemon membantu dalam menyembuhkan masalah pernafasan, terutama pada orang yang menderita asma.

8. Mengobati rematik

Lemon memiliki sifat diuretik sehingga dapat membantu mengobati rematik serta radang sendi, dengan cara mengeluarkan bakteri dan racun dari tubuh.

9. Meredakan demam

Jus lemon dapat mengobati seseorang yang menderita flu atau demam, dengan meningkatkan produksi keringat.

10. Pembersih darah

Penyakit-penyakit seperti kolera atau malaria dapat diobati dengan air lemon karena mempunyai sifat sebagai pembersih darah.

11.  Sebagai anti virus
Dengan mengonsumsi jeruk lemon tentunya secara teratur dapat mencegah masuknya berbagai virus ke dalam tubuh kita, karena kandungan vitamin C pada jeruk lemon akan menstabilkan daya imunitas atau kekebalan tubuh kita terhadap penyakit.


12. Memelihara fungsi pencernaan
Jika anda mengalami gangguan pencernaan, anda bisa meminum jeruk lemon hangat karena kandungan jeruk lemon dapat menetralisir atau memperbaiki fungsi pencernaan bahkan dapat meredakan rasa mual.


Manfaat Jeruk Lemon Untuk Kecantikan

1. Sebagai pencerah mata

Mata merah atau mata yang terlihat suntuk dapat diobati dengan memanfaatkan buah jeruk lemon untuk mengembalikan kecerahan mata. Pancaran mata akan menunjukkan aura seseorang akan terlihat nyaman atau fresh. Tetapi jika untuk mengatasi sakit mata atau mata sedikit kabur penglihatan, anda bisa menggunakan jeruk nipis untuk mengobatinya.

2. Anti aging

Vitamin C yang terkandung dalam jeruk lemon mempunyai peran melawan radikal bebas yang akan menimbulkan dampak penuaan dini pada kulit. Buah dengan rasa yang asam ini memang sudah terbukti sebagai anti aging. Anda bisa mensurvei produk-produk kecantikan yang ditawarkan di pasaran banyak mengandung vitamin C dari buah lemon ini atau anda bisa langsung mengoleskan jeruk lemon segar pada wajah untuk mendapatkan kulit mulus dan cerah.

3. Memelihara kesehatan kulit

Untuk lebih mengoptimalkan manfaat jeruk lemon, konsumsilah dengan rutin dan teratur. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya vitamin C yang terkandung dalam jeruk lemon akan menjadikan kulit sehat, bening, cerah dan dapat meremajakan kulit. Hal ini menjadi prioritas utama khususnya bagi kaum hawa yang sangat memperhatikan kecantikan dan tak jarang sampai melakukan beberapa perawatan khusus di salon kecantikan.
Jeruk lemon memang tak selezat jeruk manis bila dikonsumsi akan tetapi jeruk lemon memilki khasiat manfaat tersendiri bahkan melebihi dari jeruk manis. Agar tidak menjadi boomerang dalam mengkonsumsi jeruk lemon yang dapat mengakibatkan sakit perut maka minumlah jeruk lemon dengan air hangat. Karena itu cara paling manjur untuk mendapatkan manfaatnya.
Anda harus mempertimbangkan kembali akan beberapa manfaat jeruk lemon. Dengan harga yang relatif murah, anda bisa mandapatkan manfaat yang penting untuk kesehatan maupun kecantikan. Perawatan ke salon kencatikan modern tentunya anda akan merogoh kocek dalam-dalam, belum lagi efek yang ditimbulkan. Tapi jika mengkonsumsi buah jeruk lemon segar yang lebih herbal ini tentunya akan sedikit murah dan tidak ada efek negatif yang signifikan. Selamat menikmati sejuta manfaat jeruk lemon untuk kesehatan dan kecantikan tubuh kita.

Manfaat Daun Katuk untuk memperlancar produksi ASI



Katuk
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. androgynus
Sauropus androgynus
Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagaimani cai (马尼菜; bahasa Tionghoa) , cekur manis (bahasa Melayu) dan rau ngót(bahasa Vietnam). Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI).
Pertelaan dan sistematika
Semak, tinggi dua sampai tiga meter, tumbuh di dataran rendah hingga 1.300 di atas permukaan laut. Daun kecil, berwarna hijau gelap dengan panjang lima sampai enam cm. Bunganya berwarna merah gelap atau kuning dengan bercak merah gelap dan berbunga sepanjang tahun.
Tumbuhan ini termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae), dan berkerabat dengan menteng, buni, dan ceremai. Ia termasuk dalam tribusPhyllantheae dan subtribus Flueggeinae.
Khasiat dan kegunaan
Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, danmagnesium. Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi. Daun katuk dapat diolah seperti kangkung atau daun bayam. Ibu-ibu menyusui diketahui mengonsumsi daunnya untuk memperlancar keluarnya ASI. Perlu diketahui, daun katuk mengandung papaverina, suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu(opium). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin.
Tanaman ini banyak ditanam di pekarangan karena mudah diperbanyak dan biasa dijadikan pagar hidup.

Selain untuk memperlancar produksi ASI, ternyata daun katuk juga bagus untuk mencegah osteoporosis. Kandungan efedrin yang sangat tinggi baik bagi penderita influenza. Daun ini juga kaya senyawa yang dapat meningkatkan mutu dan jumlah sperma dan mampu membangkitkan vitalitas pria.

Selain itu, terdapat tujuh senyawa aktif yang merangsang produksi hormon-hormon steroid dan senyawa eikosanoid. Kemudian, sebagai sumber vitamin A yang diperlukan untuk mencegah penyakit mata, pertumbuhan sel, sistem kekebalan tubuh, reproduksi serta menjaga kesehatan kulit.
Perlu diketahui, daun katuk mengandung papaverina, suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin.

Khasiat Meniran untuk Meningkatan Kekebalan Tubuh


MENIRAN  :
Meniran (Phyllanthus Urinaria) biasa tumbuh liar. Tumbuhan ini sering diabaikan dan dianggap tak berguna oleh sebagaian kalangan. Namun bagi dunia kesehatan, tumbuhan ini memiliki potensi sebagai obat. Penelitian terbaru membuktikan Meniran dapat mengobati penyakit demam berdarah.
Kandungan :
- flavonoid
- astragalin
- alkaloid
- tanin
- geraniin
- phyllanthin
- hypophyllanthin.
Phyllanthus urinaria, biasa disebut chamberbitter, gripeweed, shatterstone, stonebreaker atau leafflower, adalah spesies ramuan dalam Phyllanthaceae keluarga.
Manfaat Meniran   Memingkatkan kekebalan tubuh (imunomodulator), Merangsang pembentukan antibodi, Mengoptimalkan daya tahan tubuh



Selain itu meniran juga berkhasiat untuk mengobati:

1. Meniran sebagai obat Batu saluran kencing
   
Cara pengolahan :
Cuci bersih sebanyak 30 gram daun meniran segar, 30 gram daun sendok, dan 30 gram daun tempuyung. Rebuslah semua bahan menggunakan 4 gelas air dan biarkan hanya tersisa sebanyak 2 gelas. Biarkan mendingin kemudian saring air rebusan tadi. Air ramuan diminum 2 kali sehari pada pagi hari dan sore hari.

2. Meniran sebagai obat Hepatitis 

Cara pengolahan :
Rebuslah sebanyak 30-60 gram daun meniran segar menggunakan 3 gelas air dan biarkan hingga tersisa 1 gelas. Biarkan mendingin kemudian saring air rebusan. Ramuan diminum sekaligus 1 kali sehari selama satu minggu.

3. Meniran sebagai obat Digigit anjing gila 

Cara pengolahan:
Siapkan 4-6 tumbuhan herba meniran ( bagi anak kecil cukup gunakan setengahnya). Rebus meniran menggunakan 3 gelas air dan biarkan hingga 1 gelas. Biarkan mendingin kemudian saring air rebusannya, Air rebusan diminum sekaligus 1 kali sehari.

4. Meniran sebagai obat Nephritic edema dan radang ginjal 

Cara pengolahan: 
Rebuslah 1/2 genggaman daun meniran menggunakan 3 gelas air dan biarkan hingga tersisa 2 1/4 gelas. Kemudaian saring air rebusan tadi, Air rebusan diminum 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas dengan ditambahkan madu.

5. Meniran sebagai obat untuk Rematik 

Cara pengolahan:
Cuci bersih 1 sendok makan daun meniran segar dan 7 lembar daun kumis kucing. Rebus semua bahan menggunakan 1 gelas air dan biarkan hingga tersisa 1/2 gelas.     Biarkan mendingin dan saring air rebusan. Air ini diminum sekaligus 1 kali sehari.

6. Meniran sebagai obat Bisul di kelopak mata 

Cara pengolahan:
Rebuslah herba meniran segar secukupnya menggunakan 1 gelas air. Biarkan mendingin dan saring air rebusan. Gunakan air ini untuk mencuci mata dengan memakai gelas khusus. Sebaiknya dilakukan 3 kali sehari.
   
7. Meniran sebagai obat Rabun senja

Cara pengolahan:
Cuci bersih 15-30 gram herba meniran segar dan tambahkan hati ayam secukupnya. Semua bahan dibikin Tim kedua kemudian dimakan.

8. Meniran sebagai obat Disentri 

Cara pengolahan:
Rebuslah sebanyak 30-60 gram herba meniran segar menggunakan 3 gelas air dan biarkan hinggai tersisa 1 gelas. Biarkan mendingin dan saring air rebusan. Kemudian diminum sekaligus 1 kali sehari.

9. Meniran sebagai obat luar

Cara pengolahan:
Giling herba meniran segar dan nasi dingin dengan jumlah yang sama sampai halus, Kemudian tempelkan hasil gilingan itu pada luka terkena gigitan, kemudian balut menggunakan kain perban. Cara ini dilakukan 3 kali sehari.

10. Meniran sebagai obat Peluruh seni, kencing batu, kencing nanah, nyeri ginjal, demam dan mencret

Cara pengolahan:
Cuci bersih sebanyak 10 gram herba meniran segar. Rebuslah menggunakan 2 gelas air selama kira kira 25 menit. Biarkan mendingin kemudian saring air rebusannya, Kemudian airnya diminum pada pagi hari dan sore hari.

Brotowali untuk mengobati demam


MANFAAT TANAMAN BROTOWALI

       Dalam bahasa Latin, Brotowali disebut Tinospora crispa (L) Miers.Sementaraitu, berdasarkan ilmu taksonomi tumbuhan, brotowali dikelompokkan sebagaiberikut :

 Divisi : Spermatophyta
 Subdivisi : Angiospermae
 Kelas : Dicotyledonae
 Bangsa : Ranunculales
 Suku : Menispermaceae
 Marga : Tinospora
 Jenis : Tinospora crispa (L) Miers

       Di Indonesia, tanaman ini dikenal denganberbagai nama daerah, seperti andawali (sunda), antawali (Bali dan NusaTenggara), dan bratawali, antawali, putrowali, atau daun gedel (Jawa). Didaerah lain, brotowali dikenal dengan nama putrawali atau daun gedel. Dalambahasa Inggris bratawali disebut bitter grape, dan dalam bahasa Cina dikenaldengan nama shen jin teng.
         Brotowali yang dikenal sebagai tanamanobat ini berasal dari Asia Tenggara. Wilayah penyebarannya di Asia Tenggaracukup luas, meliputi wilayah Indo Cina, Semenanjung Melayu, Filipina, danIndonesia. Di Indonesia, brotowali banyak ditemukan di Pulau Jawa, Bali, danAmbon. Di Indo Cina, semua bagian tanaman brotowali digunakan sebagai obatdemam oengganti kina. Di Malaysia dan Filipina, brotowali sudah dikenal secaraturun temurun sebagai obat untuk mengatasi kadar gula darah yang tinggi ataupenyakit diabetes mellitus yang dikenal juga dengan kencing manis.
  
 Kandungan Brotowali
       Banyaknya manfaat tumbuhan ini mungkinberkaitan dengan banyaknya jenis senyawa kimia yang dikandungnya, antara lain,alkaloida, dammar lunak, pati, glikosida, zat pahit, pikroretin, harsa,barberin, palmatin, kolumbin, dan jatrorhize. Zat pahit pikroretin merangsangkerja urat saraf sehingga alat pernafasan dapat bekerja dengan baik. Kandunganalkaloid barberin berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Selain itu ,brotowali juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula.

        Brotowali menyebar merata hampir diseluruhwilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara dan India.Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis.


Beberapa Cara menggunakan brotowali untuk berbagai pengobatan: 
  1. Rheumatik : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas. Agar lebih terasa hangat, boleh ditambahkan jahe
  2. Demam kuning (icteric) : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.
  3. Demam : 2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.
  4. Kudis (scabies) : 3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.
  5. Luka : Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.
  6. Gatal-gatal. Caranya : Daun Brotowali Direbus,dicampur dengan belerang. Kemudian disaring. Setelah itu Gunakan saringan air Brotowali + belerang tadi, dicampur air dingin sampai Hangat-hangat kuku. Gunakanlah Untuk Berendam ± 20 menit.
  7. penambah nafsu makan, obat cacing,sakit perut dan demam. Caranya: Batang Brotowali Direbus dan disaring, Lalu airnya diminum. Air ini terasa pahit namun tidak apa-apa, namanya juga jamu. Selamat mencoba
  8. Mengobati Koreng, Kudis dan Luka Untuk antiseptik bagian yang sakit dapat dibersihkan dengan air rebusan batang brotowali, Untuk menyembuhkan, daun brotowali ditumbuk halus dan ditempelkan pada luka dan diganti 2X sehari.
  9. Mengobati Kudis Pada Anak-Anak Dianjurkan anak-anak mandi dengan air rebusan brotowali. Caranya ambil batang brotowali sekitar 1 meter, rajang lalu rebus dengan 4 liter air hingga mendidih. Masukkan air rebusan kedalam ember lalu tambahkan air dingin. Mandikan anak sambil merendam tubuhnya didalam air brotowali.
  10. Penambah Nafsu Makan Siapkan daun brotowali 3 helai, batangnya 30 gr, dan air 2 liter. Mula-mula daun dan batang dibersihkan, setelah itu direbus dengan air, minumlah air rebusannya 1 gelas per hari.
  11. Luka, koreng, kudis: 30 cm batang brotowali berikut daunnya dicuci bersih lalu dipotong masing-masing 5 cm. Rebus dengan 6 gelas air selama 1/2 jam. Setelah agak dingin, gunakan untuk membersihkan bagian yang luka. Sementara itu, 7 batang daun brotowali ditumbuk halus dan tempelkan pada luka lalu dibalut dengan perban. Balutan dan ramuan daun ini harus diganti setiap 2 hari sekali.
  12. Gatal-gatal: Rebus 20 g batang brotowali dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diamkan sampai agak dingin, lalu pakai untuk merendam bagian yang gatal. Lakukan 2x sehari.
  13. Malaria: 20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin, diminum dengan madu. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari. Ramuan ini sebaiknya tidak diminum wanita hamil atau mereka yang mengalami masalah dengan ginjal.
  14. Hepatitis: 20 cm batang brotowali berikut daunnya direbus dengan 1 l air sampai airnya tinggal setengah. Menjelang masak, masukkan air perasan 3 jari temulawak yang sudah diparut. Saring. Ramuan ini untuk diminum 3x sehari.
  15. Luka luar: Ambil batang brotowali (kurang lebih sepanjang 30 cm), berikut 20-30 lembar daunnya, cuci bersih, rajang kasar, lalu rebus dengan air sampai masak. Dinginkan, lalu gunakan untuk membersihkan luka sebagai cairan antiseptik. Cara lain, tumbuk sampai halus kurang lebih sepuluh daun brotowali segar, lalu tempelkan pada luka. Sebaiknya ramuan ini digunakan untuk luka baru (belum terjadi infeksi).

Rabu, 16 April 2014

Turi untuk pelembut kulit


Turi

Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Upafamili:
Bangsa:
Genus:
Spesies:
S. grandiflora
Sesbania grandiflora
Robinia grandiflora L. (1753)
Aeschynomene grandiflora L. (1763)
Sesban grandiflorus Poir. (1806)
Agati grandiflora Desv. (1813)
Turi (Sesbania grandiflora) merupakan pohon kecil anggota suku Fabaceae. Tumbuhan dengan banyak kegunaan ini asalnya diduga dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun sekarang telah tersebar ke berbagai daerah tropis dunia.
Di banyak daerah, pohon ini dikenal sebagai turi (Jw., Sd., Tern., Tid., Hal., Sang.,Alor); namun juga toroy (Md.), tuwi (Bl.), turing, suri (Sulut), tuli (Tal.), palawu (Bm.), gala-gala (Timor), ngganggala, kalala (Rote),[5] suri (Mdw.), uliango (Gtl.), tanunu(Smb.), kayu jawa (Baree dan Mks.), ajatulama (Bgs.).[4] Nama inggrisnya, agathi, dipinjam dari namanya dalam bahasa Bengali, agati.

Deskripsi

Turi merupakan pohon yang berkayu lunak dan berumur pendek. Tingginya dapat mencapai 5-12 m.Akarnya berbintil-bintil yang gunanya untuk menyuburkan tanah. Bunganya besar dan keluar dari ketiak daun. Bunganya besar dan apabila mekar, berbentuk seperti kupu-kupu. Warna bunganya ada yang merah dan ada juga yang putih. Ada juga yang berwarna gabungan kedua-duanya. Letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, dan kuncupnya berbentuk sabit. Rantingnya menggantung, kulit luar berwarna kelabu hingga kecoklatan. Kulit luarnya ini tidak rata dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan dengan lapisan gabus yang mudah terkelupas. Pada bagian dalam, batangnyaberlendir dan berair yang berwarna merah, dan rasanya pahit. Percabangan baru keluar apabila sudah panjangnya sudah 5 meter. Daunnya majemuk dan tersebar.
 Memiliki daun penumpu sepanjang 1/2-1 cm. Anak daunnya bentuknya jorong memanjang, rata, dan menyirip genap. Panjang daun 20-30 cm. Tangkainya pendek, dan setiap tangkai berisi 20-40 pasang anak daun. Warna bunganya ada yang merah dan ada juga yang putih. Buahnya berbentuk polong, meggantung, bersekat, dengan panjang 20-55 cm, sewaktu muda berwarna hijau, dan sudah tua berwarna kuning keputih-putihan. Sedangkan bijinya berbentuk bulat panjang, dan berwarna coklat muda.

Persebaran dan habitat

Spesies ini tersebar di India Timur sampai Australia. Di Indonesia, tumbuhan ini ditanam sebagai tumbuhan hias di halaman-halaman rumah dan di sawah-sawah sebagai tanaman pelindung. Ia dapat pula hidup pada tanah asam dan kadang juga tumbuh subur di tanah berair. Akan tetapi, turi tidak baik ditanam pada ketinggian lebih dari 1.500 mdpl. Turi biasanya digunakan sebagai tanaman pelidung pohon rambatan bagi tanaman lada atauvanila.
Perbanyakan turi dilakukan dengan biji atau stek batang. Biji-biji tersebut disemai terlebih dahulu. Biji yang ditabur tanpa naungan dapat berkecambah hingga 80%, namun perkembangbiakan dengan stek batang dilakukan kadang-kadang saja.

Manfaat

Lalapan


Daun, bunga dan polongnya yang masih muda dapat dimakan sebagai sayur atau lalapsetelah direbus terlebih dahulu. Daun muda ini baunya tetap tidak enak dan berlendir, sekalipun telah dikukus. Namun lalapan daun ini baik dimakan ibu untuk menambah ASI. Bunganya terasa gurih dan manis, sehingga digemari sebagai campuran pecel. Untuk membuat pecel ini, bunga turi (bisa juga diganti kacang panjang) ini dicampur dengan "ganteng" taoge, bersama dengan kulit melinjo yang sudah dikukus direbus sampai cukup masak. Kalau merebus bahan-bahan ini hanya setengah matang, akan menyebabkan rasa "gatal" di tenggorokan karena bulunya belum rontok.  Buah turi yang berwarna putih merupakan sayur yang sangat digemari di Jawa. Polongnya pun dapat dimakan layaknyakacang panjang.


Bunga turi selain digunakan dalam sayur untuk makanan pecel juga masih banyak kegunaannya. Bunga turi juga bisa untuk  urapan dan bahkan untuk obat penyakit tertentu. Sebenarnya bagian keseluruhan Turi ini semuanya berguna. Contohnya daunya buat pakan hewan ternak, batangnya yang mengandung serat jika di pintal dapat menghasilkan benang dan dapat dibuat sebagai jala.
Manfaat Bunga Turi pada cairan daun dan batangnya sering digunakan sebagai obat kumur pembersih mulut dan kerongkongan. Getahnya, dalam bentuk tepung atau perasan, bersifat astrigen. Getah tersebut mengandung beberapa zat pewarna seperti agatin, basorin, danzantoagatin.Di India, turi dianggap sangat berkhasiat. Semua bagian pohonnya dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit buta senja karena mengandung banyak vitamin A.
Manfaat Bunga Turi khususnya daun turi oleh penduduk Jawa Tengah, biasa digunakan sebagai bahan pewarna tradisional. Daun turi juga dimanfaatkan untuk menyembuhkan keputihan, sakit tenggorokan, kuku jari bengkak, batuk, dan mengatasi hidung berlendir atau sakit kepala.
Untuk meredakan demam nifas, daun turi ditumbuk, lalu air perasannya diminum. Bagian
akarnya dimanfaatkan untuk batuk berdahak dan pegal linu.
Bunga turi yang mengandung vitamin B memang sangat baik sekali buat untuk sayur-mayur. Selain itu biji dari turi ini ternyata bias juga untuk pengganti kedelai, ya walaupun rasanya tidak seperti kedelai akan tetapi bisa juga untuk pembuat tempe. Daunya yang bersifat tonik dalam ilmu kesehatan sehingga berguna sebagai obat kuat, diare, disentri, dan bias juga buat penyembuh perut kembung. Dan masih banyak lagi guna dari turi ini..
Turi (Sesbania grandiflora) banyak ditemukan di daerah pedesaan. Di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai ‘paru-paru kota’ , pembatas pekarangan dan sebagai lalapan. Bunga turi sering digunakan sebagai sayuran pelengkap pecel. Bunga turi dapat membantumemperlancar ASI ( Air Susu Ibu ) dan mengatasi gangguan buang air besar. Selain itu juga dapat melembutkan kulit. Bunga turi ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna putih. Kandungan senyawa bunga turi merah lebih banyak.
Apa saja senyawa yang terdapat dalam bunga turi ?
1.      Karbohidrat
2.      Protein
3.      Lemak
4.      Mineral kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium
5.      Vitamin B1, B2, B6, C dan beta karoten
Biji turi yang tua, setelah dikeringkan, direbus dan diberi ragi dapat digunakan sebagai bahan baku tempe.
Di India, daun turi digunakan sebagai obat.

Efek farmakologis bunga turi:
a. Pelembut kulit
b. Pencahar

Ternyata akar turi pun juga bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk mengatasi pegal linu
Cara :
Akar turi (berbunga merah) digiling halus. Tambahkan air sehingga adonan menyerupai bubur. Gosokkan adonan tersebut pada bagian tubuh yang linu.
Turi juga dapat meredakan sakit kepala lho. Simak resep tradisional berikut ini :
Bahan :
Satu genggam daun turi
Tujuh biji turi (polong)
Tujuh biji lada
Bawang putih
Satu sendok makan cuka
Cara :
1. Tumbuk biji & daun turi serta lada & bawang putih hingga halus.
2. Masukkan cuka dan aduk hingga rata
3. Oleskan ramuan tersebut pada kening
Banyak juga ya manfaat pohon turi beserta bagian-bagiannya. Sekarang kita jadi tahu bahwa turi bukan hanya pohon peneduh jalan , pembatas pekarangan dan paru-paru kota saja. Namun ada banyak manfaat yang lainnya.

Obat tradisional

Pepagannya dapat dipergunakan sebagai obat. Kulit kayu ini diremas dalam air atau direbus, dan airnya diminum untuk mengobati seriawan, disentri, murus darah, atau menceret pada umumnya. Namun jika terlalu banyak diminum, air rebusan ini akan bekerja sebagai obat muntah (emetik).
Bunganya yang berwarna merah bermanfaat sebagai obat. Kulit kayunya yang berwarna merah dijual dengan nama kayu timor. Kadar tanin yang tinggi inilah yang menyebabkan dapat digunakan untuk penyembuhan luka atau disentri. Pada umumnya kayu timorini digunakan untuk mengobati berak darah dan mengatasi peradangan, memar, dan bengkak-bengkak.
Dalam pengobatan, turi dapat digunakan untuk sariawan, radang usus (dengan cara meminum rebusan pepagan turi) disentri, diare, scabies (yakni dengan tumbukan kulitkayu yang dibubuhkan di tempatnya, cacar air, keseleo, terpukul, keputihan, batuk, beri-beri, sakit kepala, radang tenggorokan; demam nifas, produksi ASI, hidung berlendir, batuk, rematik, dan luka.  Adapun, oleh etnis Sumba, daun dan pepagan turi digunakan untuk ditempelkan pada bagian yang patah tulang, yang kemudian diikat dengan kain dan dibungkus oleh pelepah daun pisang selama seharian.
Menurut penelitian ilmiah, getah tumbuhan ini merupakan astringen. Ia mengandung zat pewarna utama, yakni agatin dan zantoagatin, kemudian basorin, dan tanin. Biji tumbuhan ini mengandung 70% protein, dan daunnya mengandung saponin yang tidak berbahaya, sekalipun dapat dijadikan pengganti sabun untuk mencuci pakaian.]Bunganya mengandung konten gula variabel dan sumber vitamin B. Semua bagian tumbuhan ini dilaporkan dapat menyembuhkan rabun senja; kalau memang demikian, tumbuhan ini mengandung vitamin A. Penelitian terbaru mendapatkan bahwa akar turi mengandung bahan-bahan aktif yang bersifat anti-tuberkulosis terhadap bakteria Mycobacterium tuberculosis. Bahan-bahan itu di antaranya adalah asam betulinat dan tiga macam isoflavanoid.

Penyamak dan pewarna

Pepagan turi mengeluarkan getah bening yang akan mengeras menjadi gom apabila kena udara. Gom ini dimanfaatkan sebagai pengganti gom arab, dan digunakan dalam makanan dan perekat. Di Karimunjawa, lendirnya digunakan untuk pewarna.
Getah turi itu dimanfaatkan nelayan zaman dahulu untuk mengolesi tali pancing dan jala agar lebih awet. Getah ini juga dapat dicampurkan ke dalam cat hitam yang dipakai untuk mengawetkan tambang atau kayu bangunan; selain itu getah juga bersifat mengikat cat. Gom turi digunakan pula sebagai perekat dalam penjilidan buku.
Di samping getah, cairan rebusan pepagan turi dipakai untuk merendam alat-alat penangkap ikan sehingga tahan lama. Di Kebumen, air rebusan yang dicampur dengan jelaga dipakai untuk memberi warna hitam pada kerajinan anyaman bambu.

Pakan ternak

Daun-daun turi juga dapat dipergunakan untuk makanan ternak dan pupuk hijau.
Banyak catatan yang menunjukkan bahwa turi merupakan hijauan pakan yang disukai ruminansia dan bernilai nutrisi tinggi. Setiap 100 g berat kering, daun-daun turi mengandung sekitar 36% protein kasar dan 9600 IU vitamin A.[6] Konsentrasi N pada dedaunan itu sekitar 3,0–5,5%, dan lebih tinggi lagi pada biji, yakni hingga 6,5%. Ketecernaan dedaunan itu berkisar antara 65–73%, dengan kandungan serat kasar yang rendah (5–18%). Dan meskipun hijauan ini diketahui mengandung saponin dantanin, sejauh ini tidak ada reaksi toksik yang terjadi pad ruminansia. Akan tetapi pemanfaatannya bagi hewan berperut tunggal (monogastrik) perlu berhati-hati, karena pakan ini bersifat mematikan bagi ayam.
Berikut ini adalah zat kimia yang terkandung dalam turi yang menyebabkan baik untuk dimakan ternak:
Kandungan zat
Jumlah
Protein kasar
27,3%[c]
Energi kasar
4.825 kkal/kg
SDN
24,4%
2,7%
7.5%
1,5%
P
0,4%

Kayu

Kayu turi tergolong ringan; BJnya berkisar antara 0,38 hingga 0,50 dan digolongkan dalam kelas awet V (tidak awet). 
Kayu ini juga kurang baik untuk dijadikan kayu bakar, karena banyak menghasilkan asap. Meskipun demikian, turi menjadi sumber kayu bakar yang populer di pedesaan karena lekas tumbuh dan telah menghasilkan kayu pada umur setahun. Turi dapat mencapai tinggi 2 m dalam 12 minggu, dan 4–5 m dalam setahun; di Indonesia dapat menghasilkan 20–25 m3/ha pertahun apabila ditanam rapat-rapat. Kayunya lunak, berwarna putih, dan lekas rusak. Batang/kayu turi dapat diolah menjadi kertas dengan campuran bambu. Dengan rotasi penanaman 3-4 tahun, turi mampu menghasilkan lebih banyak bahan mentah selulosa per satuan luas jika dibandingkan jenis kayu penghasil pulp yang lain. Akan tetapi serat kayu turi ini pendek-pendek, sehingga perlu dicampur dalam proporsi yang cukup dengan serat bambu yang lebih panjang, agar dapat menghasilkan kertas yang lumayan kuat. Bubur kayu turi dapat dipakai untuk membuat kertas kelas menengah ke bawah:kertas koran, majalah, kertas tulis, atau untuk barang cetakan murah.
Kayu ini digunakan pula untuk papan. Dengan bertambahnya umur, kepadatan kayu turi pun turut meningkat. Kayu yang dihasilkan turi berumur 5–8 tahun telah cukup besar dan cukup kuat untuk dipergunakan sebagai ramuan rumah atau untuk membuat peralatan. Kayu ini mungkin pula untuk dijadikan tiang, akan tetapi kurang awet karena kayu turi mudah diserangcendawan dan serangga.
Kulit pohon turi yang sudah dijadikan bubuk dapat digunakan untuk kosmetikDaunnya yang mengandung saponin dapat digunakan untuk menggantikan sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian.

Kegunaan lain

Di samping itu turi juga ditanam untuk pelbagai kegunaan: peneduh, pagar hidup, penahan angin, pohon rambatan, pohon hias, dan juga untuk menghijaukan lahan kritis. Bintil-bintil akar pada turi mengikat nitrogen dalam tanah, dan dengan demikian memperbaiki kesuburan tanah. Daun-daun, bunga, dan buah yang berjatuhan menjadi mulsa dan pupuk hijau yang baik. Karena pertumbuhannya yang cepat, turi sangat baik ditanam sebagai tanaman antara –misalnya pada masa bera– untuk memulihkan kesuburan tanah.
Pada tahun 1984, belalang kayu menyerang tanaman kelapa, pisang, cemara, dan juga turi di wilayah Kebumen dan Tegal. Beruntung, salah satu cara untuk mengusir hama belalang kayu adalah dengan menanam turi yang mengundang kumbang endol (Mylabris putulata). Turi juga ditanam untuk membasmi belalang kayu (Valanga nigricornis zehntneri). Ini dimaksudkan untuk mengundang kumbang endol. Kumbang dewasa menyukai bunga turi, sementara larvanya akan memakan telur-telur belalang.
Turi juga bermanfaat sebagai pagar hidup. Maksudnya disini adalah sebagai penghalang bibit sayuran dari gangguan-gangguan ruminansia seperti ayam kampung. Slamet Soeseno, penulis buku sayuran Indonesia mencatat bahwa pagar hidup dapat dibuat berselang-seling. Misalnya, turi berselang-seling dengan kelor dan singkong. Sehingga, tidak perlu membuat biaya banyak untuk memagari bibit tanaman sayuran, semisal dengan bambu ataupun tembok setengah badan berkawat kasa.